Program unggulan Pondok Pesantren Darul Falah menjadi ruang bagi santri untuk menguji hafalan sekaligus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an
Bendiljati Kulon – Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang banyaknya ayat yang mampu diingat. Di baliknya ada proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan konsistensi. Nilai-nilai tersebut kembali terlihat dalam Ujian Tahfidz Pondok Pesantren Darul Falah yang dilaksanakan pada Senin hingga Kamis, 31 Agustus–3 September 2026.
Sebagai salah satu program unggulan Pondok Pesantren Darul Falah, tahfidz menjadi bagian dari proses pendidikan santri. Program ini tidak hanya mendorong santri untuk menambah hafalan. Lebih dari itu, tahfidz menjadi bagian dari pembiasaan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an secara rutin.
Pada pelaksanaan ujian kali ini, tiga santri Madrasah Aliyah Darul Falah mengikuti ujian tahfidz. Mereka adalah Fadella Nuraini Faidah dari kelas XI-A, Fiya Nurin Nafisah dari kelas XII-C, dan Rafika Eky Septiana dari kelas XII-C.
Menguji Hafalan dan Konsistensi
Ujian menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an. Setelah melalui proses menghafal dan murojaah, santri mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan sejauh mana hafalan yang telah dipelajari dapat dipertahankan.
Bagi ketiga santri tersebut, keikutsertaan dalam ujian menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menekuni program tahfidz. Proses ini membutuhkan persiapan yang tidak singkat. Hafalan perlu terus dijaga agar tetap kuat dan tidak hanya tersimpan dalam ingatan untuk sementara.
Keikutsertaan santri MA Darul Falah dalam ujian tahfidz juga menunjukkan bahwa pendidikan di lingkungan madrasah dan pesantren berjalan beriringan. Pengetahuan akademik tetap penting. Namun pembentukan karakter religius menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan santri.
Menjaga Hafalan, Menjaga Kebiasaan
Ujian tahfidz pada akhirnya bukan hanya tentang hasil yang diperoleh saat ujian. Proses tersebut mengajarkan bahwa hafalan Al-Qur’an membutuhkan kebiasaan yang terus dijaga.
Tiga santri yang mengikuti ujian menjadi bagian dari ikhtiar MA Darul Falah dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga diharapkan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an serta ketekunan dalam menjaga apa yang telah dipelajari.
Sebab menghafal adalah awal. Menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan menjadi perjalanan yang jauh lebih panjang.




