Meneladani Rasulullah SAW sekaligus Menanamkan Semangat untuk Berani Bermimpi dan Bersungguh-sungguh dalam Meraih Cita-cita
Bendiljati Kulon – Suasana penuh semangat terasa di GOR Kendil Sakti, Bendiljati Kulon, pada Senin, 24 Agustus 2026. Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Darul Falah kembali berkolaborasi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah setelah rangkaian pembiasaan pagi dan sarapan.
Acara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Lantunan sholawat dari Tim Sholawat Pondok Pesantren Darul Falah menjadi pembuka kegiatan. Suara sholawat yang menggema di dalam GOR menciptakan suasana khidmat sekaligus mengajak seluruh peserta untuk mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
Setelah penampilan sholawat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari panitia. Rangkaian kegiatan kemudian memasuki acara utama yang menjadi bagian paling dinantikan. Mauidzoh hasanah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Muntahibun Nafis, M.Ag. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para santri untuk memiliki cita-cita yang tinggi. Namun cita-cita tersebut harus disertai rasa percaya diri dan usaha yang sungguh-sungguh.
Ada satu pesan sederhana yang menjadi inti tausiyah tersebut. “Teken, tekun, tekan.” Tiga kata ini menjadi gambaran tentang bagaimana seorang santri seharusnya berjalan menuju cita-citanya.
Teken berarti pegangan. Dalam perjalanan meraih cita-cita, seorang santri harus memiliki pegangan yang kuat. Salah satunya adalah pemahaman agama. Nilai agama menjadi dasar agar ilmu dan kesuksesan yang diraih tetap berada di jalan yang baik.
Berikutnya adalah tekun. Cita-cita tidak akan tercapai hanya dengan keinginan. Diperlukan ikhtiyar yang sungguh-sungguh dan konsistensi dalam menjalani setiap proses. Santri harus berani belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Tahap terakhir adalah tekan atau sampai. Ketika memiliki pegangan yang kuat dan menjalani proses dengan tekun, seseorang akan memiliki jalan yang lebih jelas menuju tujuan. Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para santri untuk tidak takut bermimpi dan tidak berhenti berusaha.
Peringatan Maulid Nabi di Darul Falah akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum ini menjadi ruang untuk menanamkan nilai keteladanan sekaligus membangun keberanian para santri dalam menatap masa depan.
Melalui semangat teken, tekun, tekan, keluarga besar Darul Falah diajak untuk menjadikan agama sebagai pegangan. Menjadikan ikhtiyar sebagai jalan. Serta menjadikan cita-cita sebagai tujuan yang terus diperjuangkan. Sebab menjadi santri bukan alasan untuk bermimpi kecil. Justru dari lingkungan pesantrenlah lahir keberanian untuk bermimpi tinggi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai agama.




